Obama Terus Dukung Aksi Biadab Zionis Israel

Diposting oleh Nyong Galau on Selasa, 20 November 2012

Jumlah korban meninggal terus meningkat sejak Israel melancarkan serangan ke Gaza sejak Rabu lalu, 29 gugur dan 300 orang terluka, setelah pesawat-pesawat tempur Israel menyerang sejumlah kawasan di sepanjang Jalur Gaza.
Serangan Israel terakhir ke Gaza menewaskan seorang warga, Khalid Khalil Syair (28) saat ia mengendarai motornya. Sementara itu serangan ke kawasan Maghazi Pusat kota Gaza menewakan 4 orang warga, komandan Al-Qassam, Ahmad Abu Jalal dan dua saudaranya Amjad dan Ziyad, termasuk juga seorang warga Hasan Salim Abu Armila, sehingga jumlah keseluruhan yang gugur mencapai 29 orang.
Sebelumnya Kemenkes Palestina menyatakan, jumlah korban serangan Israel ke Gaza mencapai 293 orang, 24 gugur syahid dan 270 terluka.
Dalam keterangannya Kemenkes menyebutkan, jumlah korban gugur mencapai 24 orang, pada hari pertama 8 orang, berikutnya 10 orang dan Jumat kemarin 5 orang gugur.
Jumlah korban gugur dari laki-laki mencapai 19 orang, sementara wanita 4 orang, 8 anak-anak, 15 remaja dan 3 orang tua.
Sedangkan korban luka mencapai 270 orang; 174 laki-laki, 96 wanita. Sementara anak-anak mencapai 101 orang, 34 di antaranya berusia di bawah 5 tahun. Sedangkan usia dewasa mencapai 169 orang, 21 laki-laki berusia di atas 50 tahun.
Pasukan Israel mengumumkan telah melancarkan sebanyak 600 serangan ke Gaza, dan selama satu jam terakhir melancarkan 40 kali serangan.
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menegaskan kembali dukungannya terhadap hak-hak Israel untuk mempertahankan diri. Dukungan itu disampaikan Obama dalam perbicangan via telepon dengan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu terkait serangan terbaru Israel di Jalur Gaza.
"Presiden menegaskan kembali dukungan AS bagi hak Israel untuk membela diri, dan menyatakan penyesalan atas hilangnya nyawa warga sipil Israel dan Palestina," demikian ringkasan percakapan kedua negara sekutu itu dalam ringkasan yang disampaikan Gedung Putih, Sabtu (17/11).
Dalam percakapan itu, Netanyahu mengucapkan rasa terima kasihnya kepada AS atas investasi negeri Paman Sam tersebut terhadap roket Iron Dome dan mortir sebagai bentuk sistem pertananan Israel. "Secara efektif mengalahkan ratusan roket dari Gaza masuk dan menyelamatkan nyawa Israel yang tak terhitung jumlahnya," ujar Gedung Putih.
Kedua pemimpin juga membahas terkait opsi untuk melakukan de-eskalasi situasi. Namun, Gedung Putih tidak memberikan rincian terkait hal itu.
More aboutObama Terus Dukung Aksi Biadab Zionis Israel

PPI Belanda Mengecam Aksi Biadab Israel

Diposting oleh Nyong Galau

“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel”
(Soekarno, 1962)

Darah kembali tertumpah di Gaza. Penjajah Zionist Israel kembali menunjukan keangkuhan dan kebiadabannya. Dengan dalih membalas serangan-serangan roket pejuang Palestina, mereka menghujani Gaza dengan rudal-rudal yang membaw

a korban tak sedikit dari warga sipil, banyak di antaranya adalah anak-anak.

Persoalan konflik Israel-Palestina bukan sekedar persoalan balas membalas serangan roket. Tapi lebih dari itu, ini adalah persoalan penjajahan di abad modern dan kejahatan kemanusiaan yang terlembagakan yang berlangsung selama beberapa dekade ini. Semuanya berakar dari tindakan keji penjajahan Negara Israel sejak berdirinya yang terus mencaplok tanah dan mengusir rakyat Palestina dari negeri mereka.

Sebagai bangsa Indonesia, ada dua hal yang menjadi dasar sikap kita dalam masalah ini. Pertama adalah amanat konstitusi sebagaimana yang disebutkan dalam UUD 1945 “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan” .


Kedua adalah solidaritas kemanusiaan yang memibimbing hati nurani kita untuk bersikap peduli, membela, dan berpihak kepada orang-orang yang terzalimi. Selain itu perjuangan Palestina adalah bagian dari sejarah Indonesia sendiri. Palestina adalah salah satu bangsa yang mengakui kemerdekaan Indonesia di awal-awal masa proklamasi. Sehingga secara khusus Bung Karno pun sampai memberikan perhatian kepada perjuangan rakyat Palestina.

Oleh karena itu PPI Belanda menyatakan sikap sebagai berikut:
Pertama, mengutuk tindakan kejahatan kemanusiaan Israel yang tak henti-hentinya melakukan perampasan tanah, pengusiran, dan pembunuhan rakyat Palestina.
Kedua, menyeru masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam gerakan solidaritas untuk Palestina dengan berkontribusi melalui segala sarana yang memungkinkan.
Ketiga, mendesak pemerintah untuk terus melakukan upaya politik bebas aktif dengan optimalisasi langkah-langkah diplomasi yang diperlukan dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.


Den Haag, 18 November 2012
SekJend PPI Belanda
More aboutPPI Belanda Mengecam Aksi Biadab Israel

Libya Kirim Tim Solidaritas ke Gaza

Diposting oleh Nyong Galau

Tripoli: Satu delegasi senior Libya akan mengunjungi Jalur Gaza pada Rabu (21/11). Hal ini untuk menunjukkan solidaritas bagi rakyat Palestina yang diserang Israel.

Sebuah sumber mengatakan kepada AFP, bahwa tim akan dipimpin oleh Salah al-Makhzoum, wakil Ketua Majelis Nasional, otoritas tertinggi dalam politik Libya, dan Wakil Perdana Menteri Al-Seddik Krayem.

"Kunjungan ini bertujuan untuk menggarisbawahi solidaritas Libya dengan rakyat Palestina dan penduduk Gaza pada khususnya." Dokter Bulan Sabut Libya dan pekerja penyelamat juga akan menjadi bagian dari delegasi itu, yang berencana untuk memberikan bantuan kemanusiaan, termasuk lebih dari 35 ton produk makanan, kata sumber itu.

Seperti diketahui, setidaknya 120 warga Palestina telah tewas dalam serangan udara Israel ke Gaza sejak 14 November. Sementara para pejuang Gaza telah menembakkan lebih dari 1.000 roket di negara Yahudi dan menewaskan tiga warga Israel.
More aboutLibya Kirim Tim Solidaritas ke Gaza

Serangan Israel Hancurkan Gedung Kantor Berita

Diposting oleh Nyong Galau

Gaza: Israel terus menyerang Gaza. Serangan terakhir yang dilancarkan Israel menghancurkan sebuah gedung kantor berita yang dikenal pendukung Hamas, Ahad (18/11) kemarin.

Kantor berita Al Aqsa diserang dua kali. Dalam insiden itu, Israel mengklaim telah menewaskan seorang petinggi hamas bernama Ramez Harb. Harb adalah salah satu petinggi dari Brigade Al-Quds.

Serangan terhadap media televisi ini merupakan respon Israel terhadap berita memaksa Israel menghentikan pembunuhan anak-anak dan warga sipil.

Serangan udara Israel telah memasuki hari keenam, sejak Rabu lalu. Serangan udara diluncurkan dari kedua belah pihak bertikai. Namun, jumlah korban dari kedua belah pihak tak berimbang. Korban tewas dari Israel hanya tiga orang, sedangkan jumlah korban tewas dari Palestina berjumlah lebih dari 100 orang.
More aboutSerangan Israel Hancurkan Gedung Kantor Berita

Rusia Tuduh AS Halangi Tindakan PBB Untuk Konflik Israel-Gaza

Diposting oleh Nyong Galau

Rusia, pada Senin waktu setempat, menuduh Amerika Serikat menghalangi usaha Dewan Keamanan PBB menghentikan konflik yang semakin meluas antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza. Rusia juga menyatakan bahwa anggota Dewan Keamanan yang lain telah membuat perdebatan mengenai hal tersebut berlangsung terlalu berkepanjangan.
Utusan Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan usulan resolusi — yang lebih kuat dibandingkan dengan pernyataan resmi Dewan Keamanan — untuk mendesak berakhirnya kekerasan dan menunjukkan dukungan kepada usaha dunia internasional memediasi konflik.
Churkin mengatakan, Rusia akan mengajukan draf resolusi jika 15 angota Dewan Keamanan tidak dapat mencapai kesepakatan mengenai pernyataan resmi. Dalam mekanisme sidang Dewan Keamanan, sebuah pernyataan resmi harus dicapai melalui konsensus atau disetujui oleh semua anggota.
Sementara resolusi akan lolos jika mendapat persetujuan dari setidaknya sembilan anggota dan tidak ada veto dari lima anggota tetap, yaitu China, Inggris, Amerika Serika, Prancis, dan Rusia sendiri.
“Salah satu anggota Dewan Kemanan, anda tahu siapa (Amerika Serikat-red), mengindikasikan akan menolak semua usulan dari negara anggota lain,” kata Churkin yang tidak bersedia menyebut Amerika Serikat secara langsung.
“Tindakan dari anggota itu dapat merusak semua upaya perdamaian yang sedang dilakukan Mesir dan Timur-Tengah,” kata dia.
Israel pada Rabu lalu melancarkan serangan udara besar pada militan Hamas di Gaza dan berakibat pada terbunuhnya seorang komandan militer Hamas. Israel juga mengancam akan menginvasi daerah tersebut.
Pada hari yang sama, Dewan Keamanan PBB langsung mengadakan pertemuan darurat untuk membicarakan serangan Israel. Pertemuan tersebut tidak menghasilkan aksi nyata.
Anggota dewan tidak dapat mencapai kesepakatan mengenai konflik Israel-Palestina tersebut. Para diplomat PBB menjelaskan, kegagalan Dewan Keamanan disebabkan oleh keinginan Amerika Serika melindungi Israel, yang merupakan sekutu dekatnya.
Seorang diplomat Dewan Keamanan yang tidak bersedia disebutkan namanya mengungkapkan, delegasi Amerika Serikat telah mendapat instruksi dari Washington untuk tidak terlibat dalam konsultasi soal pernyataan resmi dewan pada Gaza dan Israel.
Sementara diplomat yang lain mengutip pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Susan Rice, yang mengatakan bahwa berlarut-larutnya perdebatan di Dewan Keamanan disebabkan karena Amerika ingin memastikan tindakan yang akan diambil PBB tidak akan megganggu mediasi Mesir untuk mengakhiri peperangan.
Di sisi lain, Prancis, Jerman, Inggris, telah mengajukan amandemen terhadap draf yang diusulkan Rusia pada Senin. Namun Churkin menyesalkan tidakan dari tiga negara tersebut yang telah merubah terlalu banyak dari usulan awal.
“Hal tersebut (tindakan Prancis, Inggris, dan Jerman) nampak seperti usaha membuat persoalan menjadi berlarut-larut. Mungkin saya salah, tapi bisa jadi negara-negara lain telah menganggap remeh persoalan dalam situasi yang sebetulnya tidak bisa kita tunda lagi,” kata Churkin kepada wartawan usai sesi konsultasi.
Seorang diplomat dewan keamanan menyebut tuduhan Churkin, mengenai usaha dari beberapa negara untuk membuat persoalan menjadi berlarut-larut, tersebut sebagai “omong kosong”.
More aboutRusia Tuduh AS Halangi Tindakan PBB Untuk Konflik Israel-Gaza